Banyak orang percaya kalau masakan rumah selalu lebih sehat daripada jajan sembarangan. Masakan rumah selalu lebih bersih, sehat, dan punya nutrisi daripada jajan sembarangan di luar rumah. Ternyata hal ini tidak sepenuhnya benar lho! Kok bisa?

Memang kalau dibandingkan jajan di luar rumah, apalagi jika di kaki lima yang minyaknya sudah dipakai berkali-kali dan tercampur dengan debu, jelas makanan rumah lebih bersih dan sehat. Tapi, apa benar makanan rumah sudah pasti lebih sehat? Pandangan ini nggak salah, tapi tidak selamanya benar. Karena membuat makanan sehat itu bisa dipengaruhi banyak hal. Apa saja sih hal itu?

  1. Cara penyimpanan bahan makanan

Cara kita menyimpan bahan makanan menjadi salah satu faktor penting agar kualitas makanan rumah selalu terjaga. Setelah berbelanja bahan makanan kamu perlu memperhatikan cara penyimpanannya juga. Misalnya, bahan makanan yang segar dan basah seperti ikan dan daging, jangan lupa minta es untuk pendinginnya. Begitu sampai di rumah, sebaiknya kamu segera memasukkan bahan tersebut ke dalam lemari pendingin. Karena kualitas dan kesegaran bahan tersebut akan cepat menurun jika dalam suhu ruangan. Kenapa bisa begitu? Semuanya tidak terlepas karena adanya mikroba seperti bakteri dan jamur yang bisa menempel pada bahan makanan tersebut.

2.  Durasi memasak

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan juga adalah mengolah masakan dalam jangka waktu yang terlalu lama, atau sering dibilang overcooked. Misalnya, saat memasak sayur harus  menunggu sayurnya sampai lembek. Sehingga warna sayuran tidak hanya jadi pucat dan menghitam, tapi nutrisinya juga berkurang atau malah hilang. Sayuran memang tidak seharusnya dimasak terlalu lama, proses pemanasan yang berlebihan akan menghancurkan sebagian besar nutrisi yang terkandung dalam sayuran.

3.  Perhatikan minyak goreng yang digunakan

Sekarang banyak sekali macam minyak goreng yang dijual di supermarket. Selama ini ada beberapa jenis minyak yang direkomendasikan untuk mendukung pola hidup yang sehat. Diantaranya seperti minyak zaitun, minyak canola, minyak sayur, dan minyak biji anggur serta minyak wijen. Walaupun mungkin bisa dibilang harga dari minyak-minyak tersebut cenderung tidak murah. Untuk membuat masakan yang sehat dan bernutrisi tinggi, kamu juga perlu memperhatikan hal ini, tidak perlu semua makanan menggunakan minyak yang tidak murah tersebut, tapi bisa kamu sesuaikan dengan jenis masakannya. Misalnya, untuk masakan tumis gunakan minyak zaitun, sedangkan untuk masakan deep fried gunakan minyak biasa. Dan jangan lupa baca kemasan minyak goreng untuk memastikan komposisi yang ada di dalamnya. Pilih minyak yang memiliki komposisi lemak yang rendah, hindari komposisi dengan jenis minyak jenuh dan terhidrogenerasi.

4.  Peralatan yang digunakan

Faktor yang nggak kalah penting untuk memastikan masakan yang sehat atau nggak adalah peralatan yang digunakan untuk memasak. Cek penggorengan, panci, atau perkakas dapur lainnya yang digunakan, tanpa kita sadari peralatan tersebut jika terbuat dari bahan aluminium bisa berbahaya lho! Karena aluminium bisa terserap dan larut ke dalam makanan ketika proses memasak. Di dalam tubuh, aluminium pun ikut diserap dan masuk ke dalam aliran darah, sehingga menyebabkan efek buruk untuk tubuh kita. Sebaiknya kamu jangan mudah tergiur dengan alat masak yang murah tapi resikonya membahayakan tubuhmu sendiri.

Sudah tahu semua kan sekarang cara-cara untuk memastikan masakan rumah benar-benar sehat. Dari keempat cara tersebut, jangan lupa juga untuk menjaga kebersihan baik bahan dan peralatan memasak juga ya! Oleh karena itu, kebersihan dapur itu juga sangat penting lho. Sama seperti OKHOME yang menganggap kebersihan dapur itu penting, dari paket special cleaning untuk dapur, OKHOME melakukan pembersihan menyeluruh dan detail untuk dapur kamu. Penasaran? Yuk mari dicoba! Jadi tunggu apalagi, segera unduh aplikasi OKHOME atau hubungi customer service kami untuk pemesanan layanan.